Era Bunga Tinggi Dimulai

Era Bunga Tinggi Dimulai – Federal Reserve (The Fed) hampir pasti menaikkan suku bunga acuan pada rapat kebijakan The Fed selama dua hari yang berakhir Rabu (26/9) waktu setempat. Kenaikan suku bunga ini bisa menandai akhir era suku bunga acuan “akomodatif” yang digunakan The Fed untuk mendukung ekonomi AS sejak awal resesi tahun 2007-2009.

Pasar keuangan fokus pada tanda-tanda percepatan pertumbuhan ekonomi AS yang mendorong bank sentral untuk meningaktkan laju pengetatan kebijakan moneter. Pernyataan kebijakan Fed belakangan ini mendeskripsikan kebijakan yang longgar sebagai elemen pokok dalam beberapa tahun terakhir. Namun Fed baru-baru ini menggambarkannya sebagai kebijakan yang ketinggalan zaman dan kemungkinan akan dihapus, baik pekan ini atau dalam waktu dekat. Berdasarkan analisis CME Group, probabilitas The Fed akan menaikkan suku bunga acuan overnight sebesar 25 basis poin (bps) hampir mencapai 95%.

Ini akan menjadi kenaikan suku bunga acuan ketiga pada tahun ini bagi AS. Pertanyaan yang lebih besar adalah apakah Fed membentuk ulang prospek kebijakan moneternya untuk beberapa tahun ke depan untuk menggenjot pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) yang lebih kuat atau apakah kekhawatiran tentang kemungkinan perang perdagangan global atau perlambatan ekonomi membuat prospek ekonomi tidak jauh dari kondisi ekonomi AS saat ini.

Data Departemen Perdagangan AS mencatat PDB AS tumbuh pada tingkat tahunan 4,2% pada kuartal II-2018. Adapun di kuartal I-2018 ekonomi AS tumbuh 2,2%. Sejumlah analis mengharapkan pengumuman kebijakan yang lebih agresif. “Pasar keuangan harus mempersiapkan nada yang lebih hawkish,” kata ekonom Natixis Joseph Lavorgna dan Thomas Julien seperti dikutip Reuters.

Mengelola Risiko Dengan Baik

Dalam putaran terakhir proyeksi ekonomi pada bulan Juni lalu, The Fed memperkirakan ekonomi akan tumbuh 2,8% pada tahun ini. Bahkan beberapa pejabat bank sentral optimistis proyeksi angka pertumbuhan ekonomi naik ke tingkat yang lebih tinggi. Tingkat pengangguran di AS saat ini sebesar 3,9%, berada pada tingkat yang dianggap dapat dipertahankan tanpa memberi tekanan pada upah dan inflasi. Kemudian kepercayaan konsumen dalam level cukup kuat, tertinggi dalam 18 tahun terakhir pada bulan September ini.

Beberapa pembuat kebijakan Fed mengatakan, mereka merasa lompatan baru-baru ini dalam upah AS adalah yang pertama dan akan ada yang kedua dan seterusnya. Gubernur The Fed Jerome Powell, telah menekankan pengelolaan risiko dengan lebih waspada tentang kemungkinan lompatan in? asi daripada mencoba untuk mendorong tingkat pengangguran yang lebih rendah. Bank investasi Goldman Sachs memprediksi, The Fed akan menaikkan suku bunga empat kali pada tahun 2019, lebih cepat dari tiga kenaikan yang disarankan oleh pembuat kebijakan dalam proyeksi mereka pada Juni lalu. Saat ini suku bunga acuan overnight Fed dalam kisaran 1,75% dan 2%.

Kategori: Keuangan