Electronic Control Unit (ECU) merupakan sebuah alat da lam kendaraan yang memiliki fungsi membaca dan me- ngontrol berbagai jenis sensor untuk meningkatkan ki nerja mesin. ECU bisa dibilang sebagai “otak” bagi mesin kendaraan. Mulai dari suplai bahan bakar, AC, sensor wi— per, hingga kapan waktu pengapian yang tepat dapat dikendalikan oleh alat ini. Sebelum adanya ECU, mobil-mobil zaman dahulu menggunakan sistem mekanik untuk pengaturan bahan bakar dan pengapian. Penggunaan ECU sendiri dimulai sekitar awal tahun 1980-an.

Di tahun tersebut, perusahaan pembuat mobil masih menggunakan ECU bersistem Hybrid, memadukan sistem analog dengan digital. eCU Modern Berbeda dengan ECU pada mobil-mobil lama yang hanya mendeteksi beberapa sensor saja, saat ini ECU menangani lebih dari seratus sensor yang ada di mobil. Tugasnya tentu lebih berat. Kalkulasi perhitungan data membutuhkan waktu yang lebih cepat sehingga bisa membuat mobil lebih nyaman dikendarai. Bagian-bagian ECU yang ada saat ini diantaranya meliputi fungsi kontrol terhadap Airbag (Airbag Control Unit/ACU), fungsi kenyamanan dalam Convenience Control Unit (CCU), kontrol pintu dalam Door Control Unit (DCU), kecepatan dengan Speed Control Unit (CCU), Telematic Control Unit (TCU), transmisi, sistem baterai, pengapian, kontrol injeksi, dan masih banyak lagi.

Setiap fungsi kontrol kendaraan ini saling terkoneksi satu sama lainnya melalui sistem CAN bus. Tidak seperti PC yang memerlukan host untuk beriteraksi dengan PC lainnya, CAN bus dapat melakukannya tanpa bantuan host. ECU sendiri memiliki berbagai komponen penting di dalamnya. Layaknya sebuah PC, selain Microprosesor yang menjadi otak dalam kalkulasi data, ECU juga dilengkapi dengan hardware dan software (firmware). Komponen utama dalam ECU adalah Microcontroller CHIP (CPU). Firmware dari ECU inilah yang disimpan dalam CPU melalui sistem flash memory pada EPROM atau SRAM.

Microprosesor akan menerima ratusan data dari sensor-sensor yang ada di mobil secara real time. Selanjutnya, data ini akan diolah dan didistribusikan ke berbagai sistem yang ada di mobil. Hasilnya akan langsung dirasakan oleh pengemudi dan penumpang. Seperti di PC, dari hasil hitungan microprocessor inilah mobil akan tahu kapan waktu terbaik berpindah gigi atau menyelaraskan fungsi Cruise Control. Dengan begitu, pengemudi akan merasakan perpindahan gigi yang halus tanpa hentakan keras di kendaraannya. Pada kendaraan modern, ECU mengalami peningkatan fungsi yang cukup banyak. Untuk input-nya, selain daya listrik, juga mendukung input digital dan analog. ECU masa kini juga sudah dilengkapi port komunikasi seperti CAN, serial, USB dan Flexray. Dengan begitu, para teknisi akan semakin mudah untuk mendiag nosis keadaaan kendaraan melalui port-port komunikasi ini.