• Yusrina Gunawan, ibunda Kiseki Nayura (23 bulan) “Baru saja di pakaikan diaper langsung pup, tetapi kalau di pakaikan celana cotton lama sekali pup dan pipisnya.”
  • Febri Damayanti, ibunda Carissa Althaf Fausnina (2,9) “Ngompol di mana aja. Dia tahu konsep pipis di kamar mandi, tapi masih aja pipis di mana-mana.”
  • Alfa Utari, ibunda Naomi Janeeta S. (2,8) “Kalau mandi minta sabunan sendiri. Sabun satu botol bisa habis dimasukkan ke dalam bak sampai berbusa banyak.”
  • Arjie Savitri, ibunda Widi (2,8) “Tiap kali sehabis mandi lari ke sana kemari, hanya karena tak mau dikasih minyak angin dan bedak.”
  • Astri, ibunda Raja (3) “Sewaktu dia mau BAB itu sampai keringetan, ngeden-ngeden bukan dikeluarin malah tambah dimasukkan ke dalam anusnya lagi.”
  • Dwi Handayani, ibunda Hanan Muzakki (4,11) “Anakku suka minta mandi sendiri, kadang pakaian enggak dilepas. Habis itu lari-larian ke dalam rumah, becek deh ubinnya.”

Saran Pakar:

“Perihal anak yang buang air kecil di mana-mana terkait dengan proses toilet training. Sebaiknya proses toilet training dilakukan ketika anak sudah siap, biasanya ditandai dengan kesiapan secara fisik dan emosi. Kesiapan fisik, misalnya, sudah mampu duduk dalam jangka waktu tertentu. Sedangkan kesiapan secara emosi, seperti: pospaknya terlihat kering sedikitnya 2 jam pertanda anak sudah memiliki keteraturan berkemih, sudah memahami kalimat perintah sederhana, dan lain-lain.

Kesiapan fisik dan emosi ini muncul ketika anak memasuki usia 24 bulan. Pelaksanaan toilet training itu berat, perlu ketekunan dan kedisiplinan agar berhasil. Untuk itu, perlu kesiapan orangtua pula. Wajar pula bila di tengah-tengah pelaksanaan kerap terjadi kegagalan. Khusus untuk BAB yang sengaja ditahan, orangtua hendaknya memahami bahwa di usia 2—4 tahun, menurut Freud, anak memasuki masa anal, saat anak merasa punya kewenangan untuk mengatur anusnya. Dengan demikian, anak akan mencoba mengontrol kemampuan anusnya. Sebaiknya orangtua tidak memarahi, berikan kesempatan kepada anak mengatur sendiri kontrol di tubuhnya.”

Untuk anak yang ingin mahir berbahasa Jerman dapat belajar di tempat pelatihan berbahasa Jerman di Jakarta.