Radiasi dalam Ruangan

Frekuensi wi-Fi dan Bluetooth sama dalam hal frekuensi transmisi tetapi berbeda dalam kekuatan (daya) transmisinya. Kedua teknologi memakai frekuensi 2.4 ghz tetapi koneksi wi-Fi juga dapat di transmisikan dalam jangkauan frekuensi yang lebih tinggi, tergantung standar yang digunakan (lihat tabel di bawah).

Limit: pada Bluetooth (BT), limitnya beragam, tergantung kelas perangkatnya. pada praktiknya, hanya perangkat kelas 3 dan 2 yang dipakai (misalnya untuk headset dan wireless keyboard). perangkat kelas 1 harus menyesuaikan daya transmisinya sesuai kebutuhan. Secara umum, radiasi yang dipancarkan selalu tergantung pada kondisi saat aktif dan jumlah data yang dikirimkan. nilai panduan maksimum daya transmisi biasanya jauh lebih tinggi pada wi-Fi. ada juga batasan lainnya, seperti frekuensi transmisi di atas 5,25 ghz hanya bisa dipakai dengan kontrol daya otomatis, jika tidak hanya setengah nilai maksimum yang berlaku.

Risiko: apabila limit yang ditentukan dipatuhi, risiko bagi kesehatan bisa dihindari. nilai SaR antara 0.1 – 0.2 w/kg (tipikal perangkat Bluetooth dan wlan) masih jauh dari nilai maksimum 2 w/kg. namun, nilainya meningkat tajam jika perangkat berdekatan dengan tubuh atau anggota tubuh lainnya. Transmiter Bluetooth dari perangkat kelas 2 dan 3 selalu mengacu pada nilai maksimum SAR (karena daya transmisinya yang relatif rendah).

Tips: Saat memakai perangkat wi-Fi dan Bluetooth kelas 1, cermati jarak minimum ke pengguna atau orang terdekat. Sayangnya, tidak semua produsen perangkat memberikan informasi detail mengenai hal tersebut. pengguna direkomendasikan mematuhi aturan limitasi yang disarankan untuk meminimalisir efek radiasi. Jika memungkinkan, pilihlah koneksi kabel. Selain itu, tempatkan router wi-Fi di lokasi yang berjauhan dengan lokasi kumpulnya beberapa orang, seperti ruang rapat, cubicle kantor, dan lain-lain.