Kompleks Kuil Kuno

Meskipun kuil Kiyomizu dibangun pada abad ke-8, kompleks kuil yang ada sekarang merupakan hasil beberapa kali proses restorasi. Bangunan asli kuil Kiyomizu bertahan hingga tahun 1629, hingga kemudian rusak akibat bencana alam dan perang. Atas instruksi Kaisar Tokugawa Lemitsu yang memimpin saat itu, renovasi Kiyomizu pun dimulai pada tahun 1633. Saat ini kuil Kiyomizu menjadi sebuah komplek kuil yang luas, dengan masih berlangsungnya restorasi di beberapa area. Kompleks kuil Kiyomizu terdiri atas 20 bangunan, termasuk di dalamnya beberapa bangunan utama.

Saat pertama memasuki kompleks kuil Kiyomizu, Anda akan disambut gerbang Nio-mon dan Sai-mon. Kemudian di bagian dalam, terdapat pagoda Sanju no to yang menjulang tinggi, aula Asakura-do, menara bel Shoro, dan tentunya bangunan utama Hon-do. Dari bangunan utama, pagoda Koyasu-no-to terlihat dari kejauhan. Selain itu, ada beberapa bangunan lain yang biasanya ditutup untuk publik, antara lain perpustakaan Sutra Kyodo, tempat peristirahatan Kaisan-do, dan gerbang Todoroki-mon.

Struktur Tanpa Paku

Di antara puluhan bangunan yang ada di kompleks kuil Kiyomizu, terdapat satu bangunan utama yang menjadi daya tarik Kuil Kiyomizu. Hon-do, merupakan aula utama yang terletak di tengah-tengah komplek kuil. Bangunan seluas 58 x 27 meter ini dulunya digunakan sebagai tempat pentas. Hon-do terbagi menjadi dua bagian, Gejin dan Naijin. Gejin merupakan bagian luar yang beralaskan lantai kayu dengan ornamen sederhana Sementara bagian dalam yang disebt Naijin beralaskan lantai batu.

Berdiri di Gejin, Anda akan disuguhkan pemandangan hutan yang menawan di kaki gunung Higashiyama. Struktur bangunan Hon-do pasti bisa membuat siapa saja terpukau. Bangunan kuno ini berdiri di sisi tebing dengan hanya ditopang struktur berbahan kayu. Bangunan ini menggunakan 139 buah kolom kayu, dengan kolom tertinggi mencapai 15 meter. Uniknya lagi, struktur kayu tersebut hanya disusun tumpang tindih dan tidak menggunakan paku sama sekali.

Hon-do dilapisi oleh atap sirap dari pohon cemara. Penggunaan material sirap cemara membuat bangunan ini berbeda dengan kebanyakan kuil di Jepang yang menggunakan atap berbahan keramik. Pada atap setinggi 16m ini, terdapat satu bagian yang menjorok ke arah Timur, yang disebut mokoshi. Kuil Kiyomizu tak hanya menjadi bukti betapa Jepang menjaga kebudayaannya, namun juga sebuah bentuk harmonisasi antara arsitektur dan alam. Kuil ini bisa berdiri megah tanpa harus mengusik alam di sekitarnya. Pada akhirnya Kuil Kiyomizu bukan semata-mata tempat wisata yang bersejarah, ia menjadi saksi perubahan zaman, tersembunyi di pinggiran kota Kyoto menyaksikan zaman yang terus berubah.