Untuk melaksanakan potty training dalam 3 hari, Mama hendaknya melakukan serangkaian persiapan sebelumnya. Cermati kesiapan anak dari sisi ­fisik, sosial, dan emosional. Kesiapan ini bisa diamati oleh Mama jauh hari sebelum pelaksanaan. Mengamati kesiapan anak menjadi bagian penting karena sangat memengaruhi keberhasilan program.

Idealnya, baik potty maupun toilet training, mulai diterapkan kepada anak usia 2 tahun karena dari faktor ­fisik, sosial, dan emosional sudah lebih siap. Namun, tidak menutup kemungkinan diajarkan lebih awal kepada anak usia 18 bulan bila sudah menunjukkan tanda-tanda kesiapan. Nah, apa sajakah tandatanda anak siap melakukan potty training, silakan Mama lihat boks “6 Tanda Siap Potty Training”.

Dengan melakukan potty training, diharapkan anak menjadi sepenuhnya nyaman menggunakan toilet secara independen. Yang berarti juga, anak dapat menarik celana ke bawah dan kembali menggunakan celana, serta mencuci tangan setelah buang air. Nah, agar si batita terampil menerapkan potty training, berikut persiapan dan langkah-langkahnya.

PERSIAPAN POTTY TRAINING

Siapkan alat-alat yang berkaitan dengan pelaksanaan program tersebut, yaitu:

  1. Siapkan beberapa buah potty. Idealnya, setiap ruangan di dalam rumah memiliki satu potty, termasuk satu potty yang diletakkan di kamar mandi. Dengan menyiapkan potty di setiap ruangan, ketika batita tiba-tiba ingin buang air, maka dapat segera ditunaikan. Pasalnya, batita belum semuanya memiliki kemampuan mengontrol berkemih dengan baik, sehingga dikhawatirkan bila harus ke toilet tiba-tiba, bisa “jebol” di tengah jalan.
  2. Satu set perlengkapan, seperti: kain lap, larutan pembersih, ember untuk membersihkan kebocoran dari program potty training bila sewaktu-waktu anak ngompol karena tidak tahan buang air di potty. Sediakan pula beberapa celana yang longgar, bila anak ingin ganti celana.

Persiapan lainnya:

  1. Dibutuhkan komitmen, perhatian, dan dedikasi dari orangtua agar program potty training ini sukses.
  2. Sebelum memulai program potty training selama 3 hari, sebaiknya bila sebulan (atau lebih) sebelumnya, periksalah, apakah batita Mama telah menunjukkan tanda-tanda siap untuk potty training (lihat boks “6 Tanda Siap Potty Training”). Bila si batita sudah menunjukkan tanda siap, maka program ini dapat dijalankan. Bila tidak, sebaiknya ditunda karena umumnya akan gagal.
  3. Selanjutnya, kurang lebih 2—5 minggu sebelum akhir pekan (hari H), mulailah memperkenalkan penggunaan potty atau kegiatan bertoilet. Bila perlu ajaklah anak ke kamar mandi, kemudian perlihatkan tata cara bertoilet: dari menurunkan celana yang dipakai, kemudian duduk di kloset atau WC, membersihkan alat kelamin, menyiram bekas toilet, menggunakan kembali celananya, dan mencuci tangan. Dengan demikian, anak belajar cara bertoilet. Semakin sering batita diajak ke toilet, ia akan semakin familiar dan paham tahapan bertoilet.

Berikut adalah informasi lengkap mengenai rekomendasi tempat kursus TOEFL IBT Jakarta terbaik.