Tips Memanfaatkan Rumah mungil Agar Efisien dan Nyaman di Tinggali – Memenuhi kebutuhan di lahan terbatas, sangat mungki, asalkan rumah didesain dengan sangat efsien, seperti rumah ini.

S ekilas pandang saja, rumah yang terletak di kawasan Bojong Koneng itu berhasil mencuri perhatian. Betapa tidak? Tampilan fasad rumah ini didominasi oleh kaca yang dibingkai besi baja. Belum lagi pagar rumah yang hanya menggunakan wire mesh dengan balutan besi berwarna merah menyala di sekelilingnya. Rumah tersebut tampak begitu kecil di antara rumahrumah di sekelilingnya. Tak urung ini memunculkan rasa penasaran, seperti apa ruang yang ada di dalamnya? Menurut Dendy Darman, sosok yang mendesain rumah tersebut, idenya memang berangkat dari memanfaatkan lahan terbatas untuk memenuhi kebutuhan keluarga kecil. Karena itu, rumah ini dibuat sekompak dan seefektif mungkin. Bagian-bagian rumah dibuat sangat fungsional untuk memenuhi kebutuhan penghuninya. Rumah kecil bukan berarti rumah yang dibuat seadanya. Seolah ingin mendobrak stigma orang-orang bahwa rumah kecil berarti sederhana, semua sudut pada kediaman milk Sisilia ini diolah dengan maksimal. Satu hal yang menarik perhatian adalah material baja sebagai rangka rumah yang diekspos. Tampilan baja membuat dinding seolah-olah memiliki celah ke dalam, membentuk susunan garis dekoratif pada ruangan.

Baja dipilih karena material tersebut dianggap cocok dengan konsep rumah yang unfnished. Menurut Dendy, konsep rumah ini memang sepenuhnya dari pihak Unkl, sedangkan pemilik hanya menginginkan adanya warna merah pada rumah. Area atas dimanfaatkan Dendy menjadi 3 buah ruang, yakni ruang kerja, kamar anak, dan kamar utama. Ruang-ruang tersebut dibuat selevel di atas kontur tanah, sehingga menyisakan sedikit ruang terbuka di antara area atas dan bawah. Ini agar nantinya 2 area tersebut seolah-olah tetap menyatu dan ruang terbukanya berfungsi sebagai sirkulasi udara.

Lantai pada area tersebut didominasi dengan penggunaan kayu multi rangka besi. Sedangkan pada dinding ada bagian yang sengaja dibiarkan terekspos, seperti dinding pada ruang kerja, dan dinding bata putih pada 2 ruangan lainnya. Konsep efsien diterapkan pada dinding kamar yang dibuat merangkap menjadi lemari. Ketika salah satu pintu lemari digeser, ternyata terbuka jalan menuju ke kamar mandi. Seperti di sebuah basement! Itulah suasana yang dapat ditangkap pada area bawah. Dendy berujar jika Unkl ingin tetap ada ruang yang cukup lega untuk menerima tamu pada rumah kecil ini. Yang menjadi point of interest pada area ini adalah bata ekspos pada dindingnya. Selain untuk menambah kesan basement, ini untuk menciptakan nuansa jalanan di London, kota di mana pemilik tinggal dan bekerja sebagai seorang fashion designer.

Kamar mandi tamu pun dibuat tersembunyi di balik tembok ini, dengan tujuan agar pembagian area ruangan tetaplah efsien. Furnitur-furnitur yang berada di area ini maupun area atas juga dirancang sendiri oleh Unkl, tentu dengan ukuran yang disesuaikan agar fungsional dan efsien. Walaupun tidak terlalu luas, area tersebut tetap dibagi menjadi 3 bagian, yakni ruang tamu, dapur bersih, dan ruang makan. Pembagian ruangan menjadi 3 area tidak membuat ruangan menjadi sesak, karena masing-masing ruang dibuat dan ditata seefsien mungkin. Ya, rumah ini memang didesain seefsien mungkin untuk mengakomodasi kebutuhan penghuninya akan tempat tinggal yang nyaman dan praktis. Tak lupa pemilik rumah di wilayah tangerang ini membekali rumah mungil ini dengan genset perkins 10 kva yang berkualitas. Genset ini bermanfaat sebagai sumber listrik cadangan bila lampu padam sewaktu waktu. Pemilik rumah ini beli genset tangerang di PT Rajawali Indo, bisa cek disini lokasi pembeliannya https://rajawalindo.com/products/supplier-genset-tangerang/